Apa dan Siapa

Kawan2 Konsultan Bisnis / Pendamping Koperasi dan UMKM,

Selama ini kita telah tenggelam dalam urusan mikro dan langsung bersentuhan dengan kepentingan KUMKM di lapangan. Kerja keras di lapangan yang tiada henti terus dilakukan. Di semua lini dan semua sektor, kita hadir membantu dan memajukan Koperasi dan UMKM.

Namun ternyata ada hal yang juga perlu kita pikirkan, yakni kebijakan makro KUMKM. Ada banyak isu terkait dengan KUMKM yang tidak terselesaikan dengan baik, dikarenakan salah satunya adalah lemahnya peran society dalam mengawal pembuatan kebijakan dan implementasinya. Belum lagi dengan akan hadirnya ASEAN Community tahun 2015 nanti, akan semakin memperberat kondisi KUMKM Indonesia.

Saat sesi CURAH PENDAPAT di acara 1st UNS MSMEs Summit and Awards 2012 tgl 17-19 februari 2012 disepakati tentang perlu adanya wadah LINGKAR STUDI dan juga JEJARING KUMKM/CSR Indonesia. Menindaklanjuti hal tersebut kami  berinisiatif mengajak beberapa kawan yang lain yang perduli terhadap nasib KUMKM untuk membentuk Working Group Pendampingan KUMKM Indonesia. Working Group ini merupakan perwujudan dari Lingkar Studi di level nasional.

Kehadiran working group menjadi lebih dibutuhkan saat Kementerian Koperasi & UKM menyelenggarakan program peningkatan standar kompetensi Konsultan/Pendamping KUMKM. ada 10 angkatan untuk tingkat dasar dan 1 angkatan tingkat lanjut. mereka semua perlu diwadahi agar tetap bisa saling berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerjasama. untuk mendukung upaya tersebut, saat ini Working Group telah memiliki koordinator di 34 propinsi. Artinya Working Group telah hadir di semua propinsi di seluruh Indonesia. sehingga eks peserta pelatihan peningkatan standar kompetensi tersebut bisa berinteraksi dg lebih intens di daerah masing-masing.

Apa yang akan dilakukan oleh working group?

Pertama, saling tukar informasi tentang berbagai kondisi aktual pemberdayaan KUMKM di tanah air.

Kedua, bertukar pikiran untuk menghasilkan formulasi ide-ide terobosan bagi perbaikan pelaksanaan pemberdayaan KUMKM

Ketiga, membangun proses sinergi pemangku kepentingan pemberdayaan KUMKM untuk mewujudkan KUMKM yang tangguh, berdaya saing, mandiri, dan bermartabat.

Keempat, mendorong peran pendampingan dalam akselerasi percepatan perluasan kesempatan kerja melalui peningkatan kewirausahaan  di kalangan pemuda dan KUMKM.

Kelima, menciptakan nilai tambah sektor usaha melalui pemanfaatan inovasi, teknologi, dan jaringan kerja.

Guna menjawab berbagai tantangan tersebut, diperlukan kesamaan ide dan kesamaan langkah dari semua pihak. Untuk itu Tanggal 18-20 juni 2013 Working Group telah menyelenggarakan Temu Nasional I Pendamping KUMKM di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama Working Group dengan Kementerian Koperasi dan UKM dan Bank Indonesia.  Temu Nasional tersebut menghasilkan dokumen yang sangat penting bagi pendampingan KUMKM ke depan, yakni PIAGAM TASIKMALAYA. Melalui piagam tersebut para konsultan bisnis/pendamping KUMKM meneguhkan PANCA UPAYA MENUJU PENDAMPING KUMKM BERJAYA. Dokumen selengkapnya Piagam Tasikmalaya bisa didapatkan di menu UNDUH.

Bagaimana cara kerja working group?

Dengan adanya keterbatasan waktu, tempat yang berjauhan, dan kesibukan, maka  Working Group mengoptimalkan sarana IT seperti: email, facebook, cloud storage, skype, dan media lainnya yang memungkinkan untuk selalu terhubung secara aktif. Tentu sesekali Working Group akan bertemu melalui berbagai forum.

Siapa saja yang  gabung sebagai anggota working group?
Adalah kawan-kawan dari berbagai institusi/organisasi/komunitas seperti: perguruan tinggi, swasta, pemerintah daerah, pemerintah pusat, swasta, BDS, KKMB, LKM, Inkubator Bisnis, PNPM, Intermediator Inovasi Teknologi, dll.

Keanggotaan Working Group bersifat sukarela dan tidak permanen. Artinya  bisa bertambah dan bisa berkurang sewaktu-waktu sesuai dengan kesediaan masing-masing.

Bagaimana relasi Working Group dengan pemerintah? Working Group Pendampingan KUMKM Indonesia menjadi mitra aktif dan produktif bagi pemerintah dan menjadi bagian dari Solusi untuk kemajuan KUMKM.

Bila anda punya gagasan, ide, saran, atau apapun namanya yang berkait dengan upaya memajukan KUMKM, silahkan disampaikan. tentu Working Group  akan dengan hati merespon dan berupaya menindaklanjutinya sesuai dengan kemampuan yang kami miliki.

Tentu working group ini tidak hanya ada di tingkat Nasional dan propinsi. Akan terus didorong dan difasilitasi terbentuknya Working Group Pendampingan KUMKM di tingkat  kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Working Group juga berusaha agar layanan pendampingan KUMKM tersedia sampai tingkat kecamatan. Tentu ini pekerjaan yang besar dan berat. namun kami yakin, berkat dukungan anda semua yang cinta KUMKM, urusan ini akan jadi lebih mudah dan ringan.

Atas terbentuknya Working Group ini, kami ucapkan terimakasih secara khusus kepada:

Bapak Noer Soetrisno, pemikir KUMKM, Penerima UNS Awards 2012, penggagas program Sentra/Klaster UKM, “Bapak” BDS Indonesia.

Bapak M. Taufiq, yang tiada lelah selalu mendukung setiap upaya kami dalam membangun KUMKM yang tangguh, berdaya saing, mandiri, dan bermartabat.

Bapak Zabadi, Asdep pemberdayaan LPB/BDS Menegkop, atas segala dukungan yang luarbiasa dalam memposisikan pendampingan agar lebih terhormat, dihargai, dan menjadi mitra terbaik pemerintah.

Prof. Totok Mardikanto, yang membimbing kami untuk belajar dan terus belajar tentang pendampingan, pemberdayaan, dan keberpihakan.

Prof. Darsono, sahabat sekaligus guru kami dibidang pemberdayaan UKM

Sebagai inisiator/Founder Working Group Pendampingan KUMKM Indonesia, kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama kawan2 semua. Tak ada yang sempurna. Kelemahan selalu ada. namun itu takkan menyurutkan langkah kita untuk terus bergerak memajukan KUMKM Indonesia.

 

Salam Bangkit UKM

CAK SAMSUL

www.caksamsul.com / @caksamsul